Definisi dan Pengertian Linguistik

  •  
  •  
  •  
  •  

Linguistik berarti ‘ilmu bahasa’. Kata linguistik berasal dari kata Latin lingua ‘bahasa’, yang dalam bahasa Prancis menjadi langue dan  langage. Ba-hasa Inggris mengambil dari bahasa Prancis kata yang kini menjadi language.

Istilah linguistik dalam bahasa Inggris berkaitan dengan kata language itu. Dalam bahasa Indonesia, linguistik adalah nama bidang ilmu, dan kata sifatnya adalah linguistis. Dalam bahasa Arab, linguistik berpa-danan dengan ‘ilm al-lughah  (ilmu bahasa), meskipun sebelumnya juga muncul istilah fiqh al-lughah, ‘ilm al-lisa:n, al-lisa:niyya:t, al-alsuniyya:t. Bela-kangan juga berkembang istilah lughawiyya:t.

Ahli linguistik disebut linguis, ‘a:lim al-lughah, atau lughawi:. Seorang ‘a:lim al-lughah atau lughawi: mempelajari bahasa bukan dengan tujuan utama untuk mahir menggunakan bahasa itu, melainkan untuk menge-tahui secara mendalam mengenai kaidah-kaidah struktur bahasa dengan berbagai aspek dan segi yang menyangkut bahasa itu.

Ilmu linguistik sering juga disebut linguistik umum (‘ilm al-lughah al-‘a:m). Artinya, ilmu linguistik itu tidak hanya mengkaji satu bahasa saja, seperti bahasa Arab atau bahasa Indonesia, melainkan mengkaji seluk beluk bahasa pada umumnya. Yang menjadi objek kajian linguistik adalah ba-hasa.

Hijazi (1978: 18) mendefinisikan ‘ilm al-lughah sebagai “dira:sah al-lughah ‘ala: nahw ‘ilmi: (kajian bahasa yang menggunakan perangkat ilmiah). Sementara itu, al-Sa’ran (1999: 47) menyebutkan bahwa ‘ilm al-lughah adalah “al-‘ilm al-ladzi: yattakhidzu al-lughah maudhu:’an lahu (ilmu yang mempelajari bahasa sebagai objek kajian)”.

Definisi yang lebih lengkap dikemukakan oleh Al Khuli (1982: 157) yang menjelaskan bahwa ‘ilm al-lughah adalah “’ilm yabhats fi: al-lughah min jami:’ jawa:nibiha: al-shautiyyah wa al-sharfiyyah wa al-nahwiyyah wa al-mufra:datiyyah wa al-dila:liyyah wa al-nafsiyyah wa al-ijtima:’iyyah wa al-mu’jamiyyah wa al-tatbi:qiyyah (ilmu yang mengkaji bahasa dari berbagai aspeknya, mulai dari aspek bunyi, tata kata, tata kalimat, kosakata, makna, psikologi, sosiologi, perkamusan, dan tera-pan)”.

Definisi lain yang juga patut dipertimbangankan adalah definisi yang ditawarkan oleh al-Ushaili (2002: 31) yang menyatakan bahwa ‘ilm al-lughah adalah “al-‘ilm al-ladzi: yadrus al-lughah al-insa:niyyah dira:sah ‘ilmiyyah min jami:’ jawa:nibiha: al-shautiyyah wa al-sharfiyyah wa al-nahwiyyah wa al-dila:liyyah wa al-tsaqa:fiyyah wa yabhats fi: asa:li:b iktisa:biha: wa thara:’iq ta’li:-miha: (ilmu yang mempelajari bahasa manusia dengan kajian ilmiah dari segala aspeknya, baik bunyi, bentuk kata, kalimat, makna, dan budaya; juga membahas pola pemerolehan dan metode pengajaran bahasa)”.   

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penelitian linguistik bertujuan untuk memahami segala aspek bahasa manusia sebagai bagian yang universal yang dapat dikenali dari perilaku manusia dan kemam-puan manusia. Artinya, bahasa dalam segala bentuk dan manifestasinya menjadi kajian dari linguistik.

 

Sumber: Moch. Syarif Hidayatullah, Cakrawala Linguistik Arab, Tangerang: al-Kitabah, 2012.

Komentar

komentar

komentar

Berkomentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *