Medan Makna Kepala Negara dalam Bahasa Arab: Kajian atas Alquran dan Hadis

  •  
  •  
  •  
  •  

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan medan makna kepala negara dalam bahasa Arab, khususnya yang terdapat pada Alquran dan Hadis. Ada enam leksem yang diteliti pada penelitian ini: ?ūlī al-?amr, ?amīr al-mu?minīn, khalīfah, ?imām, sul¯an, dan malik. Hubungan yang terjadi di antara keenam leksem itu adalah hubungan paradigmatik. Korpus data yang berhasil dikumpulkan 1265 data yang terdiri atas 76 data dari Alquran dan 1189 data dari hadis. Jumlah itu sudah termasuk infleksi yang berupa bentuk plural pada leksem khalīfah, ?imām, dan malik.

Di dalam penelitian ini dibicarakan medan makna, makna leksem dalam konstruksi kalimat, taksonimi, dan meronimi keenam leksem itu. Pada pembicaraan mengenai medan makna, diketahui adanya hubungan kongruensi yang berupa hubungan inklusi, tumpang-tindih, dan disjungsi. Analisis masing-masing leksem ketika berada pada konstruksi kalimat menunjukkan makna masing-masing leksem bersinonim dengan yang lain pada satu waktu dan di waktu yang lain berbeda makna. Masing-masing leksem dapat berkonotasi negatif dan berkonotasi positif tergantung konteks dan kolokasinya. Analisis pada konstruksi kalimat juga menunjukkan terjadinya kepolisemian dan kehomoniman pada keenam leksem itu.

Pada analisis taksonimi, diketahui leksem ?ūlī al-?amr merupakan superordinat dari leksem ‘ulamā? dan leksem ?umarā?, sementara leksem ?umarā? menjadi superordinat dari leksem ?amīr al-mu?minīn dan leksem malik. Leksem ?amīr al-mu?minīn sendiri menjadi superordinat dari leksem khalīfah, ?imām, dan leksem sul¯an. Analisis meronimi pada keenam leksem itu menunjukkan leksem ?ūlī al-?amr merupakan holonim dari leksem-leksem lain yang merupakan partonim dari leksem ?ūlī al-?amr.

Data lengkap, temukan DI SINI.

Komentar

komentar

komentar

Berkomentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *