Langage, Langue, dan Parole

  •  
  •  
  •  
  •  

Dalam linguistik arti bahasa dibedakan menjadi tiga, dengan meminjam istilah dari bahasa Prancis, yaitu langage, langue, parole.

1. Langage

Manusia mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, yaitu dengan berbicara, di mana organ-organ bicaranya be-kerja menghasilkan bunyi atau suara, atau yang disebut dengan tanda-tanda verbal. Dengan cara tersebut, manusia dapat menyampaikan pera-saan, keinginan, pemikiran ataupun perintah kepada lainnya. Kemam-puan ini lalu disebut dengan langage. Dengan kata lain, langage adalah bahasa atau sarana yang digunakan manusia untuk berbicara dan berko-munikasi dengan sesamanya. Binatang juga mempunyai cara sendiri da-lam berkomunikasi dengan sesamanya, yaitu dengan menggunakan apa yang disebut dengan sinyal-sinyal bunyi, seperti misalnya jeritan, gonggongan, dan sebagainya. Dalam tanda kutip dapat kita katakan bahwa cara tersebut adalah langage mereka.

2. Langue

Walaupun setiap manusia mempunyai cara tersendiri untuk ber-komunikasi (yaitu dengan menggunakan organ-organ bicaranya untuk menghasilkan bunyi atau yang kemudian dinamakan ‘bicara’), akan tetapi bunyi-bunyi sebagai  lambang atau tanda verba tersebut berbeda-beda, dikarenakan manusia tidak tinggal di satu komunitas. Tanda-tanda verba tersebut saling berkombinasi dan diatur menurut aturan tertentu sehingga membentuk apa yang disebut dengan langue. Dengan kata lain, langue adalah bahasa tertentu yang digunakan sekelompok manusia yang tinggal dalam suatu komunitas tertentu pula. Komunitas di mana seke-lompok manusia menggunakan bahasa tertentu ini disebut dengan komunitas linguistik. Ketika ada sekelompok manusia, walaupun terdiri dari berbagai bangsa, tetapi mereka berkomunikasi dengan meng-gunakan bahasa yang sama, maka mereka dikatakan berada dalam satu bahasa dalam konteks langue ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan. Bahasa tulisan timbul karena bahasa lisan dirasa tidak cukup mampu untuk berkomunikasi dalam jarak jauh atau untuk menyampaikan suatu pesan dengan aman. Di beberapa wilayah si Asia, Oseania, dan Afrika, ada beberapa bahasa yang tidak dapat digunakan secara tulis. Sebaliknya, ada juga beberapa bahasa yang sudah mati, dalam artian bahwa bahasa tersebut tidak lagi digunakan secara lisan dan aktif, melainkan hanya digunakan secara tulis dalam ilmu pengetahuan, seperti bahasa Latin.

Bahasa tulisan, digunakan dengan memakai sistem alfabetik, yaitu dengan memakai huruf-huruf yang melambangkan bunyi-bunyi tertentu. Kata, yang merupakan unsur bahasa yang membentuk kalimat-kalimat, tidak dapat berdiri sendiri. Keberadaannya saling mengait satu sama lain. Kita dapat mengartikan kata-kata dan aturan-aturan yang ada dalam suatu kalimat dengan melihat hubungannya satu sama lain. Sifat saling keterkaitan antaraturan tersebut membentuk suatu sistem. Pengorga-nisasian aturan-aturan serta hubungan antarkata kemudian membentuk struktur bahasa, sehingga mempelajari bahasa sebagai sarana komunikasi berarti mempelajari strukturnya.

3. Parole

Ketika kita berbicara dalam bahasa Arab, pada umumnya kita akan menggunakan aturan-aturan yang ada dalam bahasa tersebut. Akan tetapi, setiap orang atau penutur mempunyai cara yang berbeda-beda untuk berbicara atau menuturkannya, seperti tampak pada aksen tiap orang yang berbeda-beda, pemilihan kata (diksi), atau konstruksi kalimatnya. Akhirnya, bahasa-bahasa manusia di dunia ini berbeda-beda menurut aturan-aturan yang ada, tetapi dalam menuturkannya pun masih terdapat berbagai macam perbedaan akibat berbedanya cara tiap penutur dalam menuturkan bahasa tersebut. Bahasa yang bermacam-macam menurut variasi cara penuturnya ini disebut dengan parole.

Sumber: Moch. Syarif Hidayatullah, Cakrawala Linguistik Arab, Tangerang: al-Kitabah, 2012.

Komentar

komentar

komentar

Berkomentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *