Dr. Syarif Bantu Islamkan WN Filipina di Macau

  •  
  •  
  •  
  •  

Siang itu, Ahad (27/5), ratusan muslimah asal Indonesia yang bekerja sebagai buruh migran di Macau, berkumpul di majelis taklim masyarakat Indonesia di Macau.

Acara itu diberi nama Pondok Ramadhan diadakan di Masjid Mo Lo Yuen, Macau. Pondok Ramadhan kali ini, menjadi berbeda dengan kehadiran Desi, Warga Negara Filipina, beragama Katolik.

Desi datang bersama temannya, yang juga orang Indonesia, hadir dengan niat bulat untuk memeluk Islam, beralih dari agama sebelumnya.

Desi sudah setahun bekerja di Macau. Sebetulnya, Desi sudah tertarik pada Islam sejak ia bekerja di Malaysia beberapa tahun lalu. Kebetulan majikannya keluarga muslim.

Di Malaysia itu pula ia melihat bahwa Islam adalah agama terbaik. Kesan itu tersimpan rapat-rapat dalam kalbu dan sanubarinya. Namun, itu belum membuatnya bersyahadat, padahal Malaysia negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Barulah ketika berada di Macau, negara yang terkenal sebagai pusat judi di Asia, hatinya justru semakin kuat untuk memeluk Islam. Kebetulan teman dekatnya yang orang Indonesia membantu Desi untuk kenal Islam.

Setahun ini ia tekun belajar tentang Islam. Ia membaca berbagai buku tentang Islam, baik yang didapatnya sendiri atau yang dipinjam dari temanya. Dan, Ahad itu Allah Swt., benar-benar memantapkan hatinya untuk memeluk Islam.

Di hadapan Dai Ambassador Dompet Dhuafa yang dikirim ke Macau, Dr. Moch. Syarif Hidayatullah dan ratusan jamaah yang hadir, Desi mengikrarkan syahadatnya. Desi resmi menjadi mualaf dalam keadaan sedang puasa di siang itu.

Dr. Moch. Syarif Hidayatullah yang tergabung dalam Dai Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa), menuntunnya bersyahadat dan memberinya nama Islam “Fathima”.

“Harapannya agar dia bisa seperti putri Rasulullah Saw dan istri Sayyidina Ali itu,” kata Syarif yang juga dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Meskipun keislamannya bukan karena saya, tapi ikut menghantarkannya menjadi muslimah tentu merupakan karunia tersendiri bagi saya. Apalagi ini pengalaman pertama saya mengislamkan. Semoga iman dan Islam dibawanya hingga nafas terakhirnya,” pungkas Syarif.

 

Sumber: http://rimanews.com/budaya/agama/read/20170601/325497/Buruh-migran-Filipina-di-Macau-bersyahadat-di-hadapan-dai-Indonesia

Komentar

komentar

komentar

Berkomentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *