Kategori: Puisi

Jumat Pagi

Jumat pagi kala itu Kembali ke masa lalu Mengingat insan berjilbab merah jambu Adakah yang lebih indah daripada kejujuran Mengakui kekalahan pada kenyataan Bahwa kau tak akan mampu bertahan Tanpa ketulusan dan kerinduan Adakah yang lebih menyiksa Karena selalu menepis dengan pura-pura Padahal hati sudah tersiksa Tercambuk perih tanpa kata Sementara hati meronta-ronta Inginkan berada

Guru

Seberapa pun saya tak setuju dengan pendapat guru Seberapa pun saya harus tak suka dengan langkah guru Seberapa pun menyakitkan dan mengecewakan sikap guru pada saya Guru tetaplah guru Saya tetap harus hormat   Ia punya hak yang sama dengan orangtua Orangtua melahirkan kita ke dunia Guru melahirkan kita dari kegelapan menuju cahaya   Karena